Halaman

Sabtu, 07 Januari 2012

prasangka,diskriminasi dan etnosentrisme

PRASANGKA, DISKRIMINASI DAN ETNOSENTRISME

Prasangka
Prasangka adalah membuat keputusan sebelum mengetahui fakta yang sebenarnya.
John E. Farley mengklasifikasikan prasangka ke dalam tiga kategori.
§  Prasangka kognitif, merujuk pada apa yang dianggap benar.
§  Prasangka afektif, merujuk pada apa yang disukai dan tidak disukai.
§  Prasangka konatif, merujuk pada bagaimana kecenderungan seseorang dalam bertindak.
Diskriminasi
Diskriminasi adalah perilaku yang tidak adil terhadap individu. Diskriminasi juga dapat terjadi dimana saja seperti di tempat kerja, sekolah, di rumah dll

Sebab-sebab timbulnya prasangka dan diskriminasi :
1.    berlatar belakang sejarah
2.    dilatar-belakangi  oleh perkembangan sosio-kultural dan situasional
3.    bersumber dari factor kepribadian
4.    berlatang belakang perbedaan keyakinan, kepercayaan dan agama

Usaha-usaha mengurangi/menghilangkan prasangka dan diskriminasi
1.    Perbaikan kondisi sosial ekonomi
2.    Perluasan kesempatan belajar
3.    Sikap terbuka dan sikap lapang
Etnosentrisme
Etnosentrisme adalah cenderung membanggakan kebudayaannya sendiri.
Etnosentrisme memiliki dua tipe yang satu sama lain saling berlawanan. Tipe pertama adalah etnosentrisme fleksibel. Seseorang yang memiliki etnosentrisme ini dapat belajar cara-cara meletakkan etnosentrisme dan persepsi mereka secara tepat dan bereaksi terhadap suatu realitas didasarkan pada cara pandang budaya mereka serta menafsirkan perilaku orang lain berdasarkan latar belakang budayanya. Tipe kedua adalah etnosentrisme infleksibel. Etnosentrisme ini dicirikan dengan ketidakmampuan untuk keluar dari perspektif yang dimiliki atau hanya bisa memahami sesuatu berdasarkan perspektif yang dimiliki dan tidak mampu memahami perilaku orang lain berdasarkan latar belakang budayanya.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar